Hercules, sebuah film kartun lama dari Disney, yang hari ini ditayangkan di RCTI. sebuah film yang biasa saja bahkan cenderung membosankan untuk beberapa orang, namun tidak untuk orang seperti saya, setting di Yunani-Romawi dengan makhluk2 aneh macam pegasus, si guru yang setengah kambing setengah manusia, naga kepala tiga, dan kata2 yang filosofis, buatku itu sangat menarik.
sebuah dialog menarik antara Hercules ketika merayu calon gurunya yang (namanya terdengar seperti triplek tipis) agar mengajari dia menjadi pahlawan
apakah kau pernah mempunyai impian sehingga kau rela melakukan apapun untuk itu?
diam2 terjadi perenungan tentang cerita tersebut, saya merasa cerita Hercules mirip dengan cerita hidup saya. bukan, saya bukan anak dewa seperti Hercules, Hera dan Zeus bukan orang tua saya. dan saya tak dibuang ke bumi untuk menjadi seorang pahlawan.
alkisah hercules ‘dibuang’ ke bumi karena Hades, penguasa dunia orang mati, iri terhadapnya, dia ingin menggulingkan kekuasaan Zeus. Hercules yang waktu itu masih bayi diberi ramuan agar menjadi manusia dan dijatuhkan ke bumi, dirawat manusia bumi, dan besar seperti layaknya manusia biasa.
saya lahir berbeda, berbeda dengan saudara2 saya yang taat dan mudah dibentuk. saya lahir dengan kebebasan dan sikap pemberontak, keras kepala, dan susah diatur. satu2nya hal yang masih meyakinkan saya bahwa saya memang bagian dari keluarga itu adalah pernyataan, tak mungkin ada anak kembar sementara hanya satu yang anak pungut. melihat saudara saya yang ‘keluarga saya banget’, saya tetap percaya bahwa saya juga merupakan bagian dari keluarga ini meskipun saya sedikit berbeda.
mungkin saya tumbuh berbeda dari kakak2 saya dan dari sebagian besar orang. saya belajar tentang sakit hati ketika teman2 saya yang lain asyik bermain petak umpet, lompat karet, dan rumah2an, saya belajar menghargai ketika teman2 saya yang lain belajar luas bangun datar, saya belajar memaafkan sebelum orang tuaku mengajarkan tentang meminta maaf atau bahkan saya tak diajarkan untuk ini, saya belajar meminta maaf otodidak. dan saya belajar golden rule ketika teman2 saya yang lain sedang belajar mencela orang lain menggunakan majas. ironis, saya merasa belajar tentang kehidupan seorang diri dan menjadikan dunia sebagai guru, tanpa pembimbing yang menyalahkan atau membenarkan sikap saya.
Hercules yang merasa asing dan berbeda dengan dunianya kemudian mencari Zeus di kuil. adalah sebuah pembuktian yang harus dia lakukan supaya dia bisa kembali ke rumahnya yang sebenarnya. membuktikan bahwa dia memang layak menjadi dewa, membuktikan bahwa dia bisa menjadi pahlawan. dari sinilah petualangannya menjadi seorang pahlawan bermula, diawali dengan mencari guru pahlawan yang pernah mengajar Achiles dan ditemani Pegasus.
saya merasa berbeda di sini, saya merasa tak ada keadilan untuk saya, diperlakukan berbeda, dan seolah memang tak ada hak untuk saya di rumah ini. mungkin saya memang terlalu banyak menuntut, tapi kadang saya hanya ingin dianggap normal dan diperlakukan wajar selayaknya yang lain.
sebuah keluarga yang bertipe birokrat, kesuksesan dinilai berdasar ‘bisa tidaknya jadi pegawai negri’, itulah keluarga saya. dan seperti cerita Hercules, saya harus bisa membuktikan kalau saya bisa sukses dengan cara saya sendiri.
saya memang tak tahu bagaimana akhir dari cerita Hercules karena di pertengahan cerita, ketika Hercules mulai menunjukkan kepahlawanannya, stop kontak dicabut paksa dari steker, dan terputus begitu saja ceritanya. dan seperti biasa, kedudukan saya sebagai seorang anak memaksa saya untuk tetap diam. saya masih menghargai orang tua saya, saya masih ingin membuat mereka bangga, tapi saya punya jalan saya sendiri…
ceria terputus sampai disitu, tapi saya yakin bahwa pada akhirnya Hercules dapat membuktikan bahwa dia bisa menjadi pahlawan.
akan saya tunjukkan kepada mereka, bahwa dengan jalan yang berbeda pun saya akan sukses. saya akan terus bermimpi dan melakukan apapun untuk mewujudkan mimpi saya. dan setelah ini, saya tak akan meminta lagi perlakukan yang sama, karena saya sadar, saya memang berbeda..
apakah anda pernah merasa sikap orang kepada anda tidak adil?



49 responses so far ↓
pramudianti // May 31, 2009 at 6:30 am |
kalaupun pada akhirnya saya pergi begitu saja, itu bukan karena saya marah, tapi saya hanya ingin sebuah kondisi yang lebih tenang untuk melupakan sakit hati saya dan itu tak bisa saya dapatkan saat itu juga
dan semoga mereka dapat merenung dan sedikit lebih memahami saya….
maaf kalau saya menjadi anak yang tak berbakti…
ejakk // May 31, 2009 at 7:28 am |
bukankah menyenangkan menjadi berbeda dit? dan dengan adanya perbedaan itu bukankah sesuatunya terlihat lebih indah karna tak monoton??
enjoy your life dit, kadang rasa sayang tak mesti dtunjukkan dengan hal yg indah2, dan kadang dengan belajar sendiri kita mungkin (pasti) dapat menjadi lebih baik dari orang yg harus diajarkan terlebih dulu, karna apa yang kita dapat itu, memang merupakan hasil pemikiran kita yang benar2 matang dan bukan karna hanya ‘diperintah’ pada awalny.
gituu..
pramudianti // May 31, 2009 at 10:03 pm |
iya jak
ini juga sedang belajar menerima dan menganggap wajar perlakuan yang ‘berbeda’ kok…
Aday // May 31, 2009 at 3:37 pm |
justru seharusnya kamu menjadikan kejadian seperti itu untuk belajar menjadi lebih dewasa..
yah, namanya orang emosi memang suka bertindak berlebihan dan pada akhirnya kita sendiri yg malu dengan tindakan kita..
pengalaman aja..
Jd besok lagi gak akan ngulang kalo menemui kejadian kyk gt lagi..
Aday // May 31, 2009 at 3:37 pm |
justru seharusnya kamu menjadikan kejadian seperti itu untuk belajar menjadi lebih dewasa..
yah, namanya orang emosi memang suka bertindak berlebihan dan pada akhirnya kita sendiri yg malu dengan tindakan kita..
pengalaman aja..
Jd besok lagi gak akan ngulang kalo menemui kejadian kyk gt lagi..
pramudianti // May 31, 2009 at 10:06 pm |
kedewasaan seseorang tak diukur dengan bagaimana dia bisa ‘jadi orang baik’ aja mas
kadang orang yang egois justru lebih dewasa daripada orang ngalahan, kenapa? karena dia bisa jujur pada dirinya sendiri, karena dia bisa mempertahankan pendapatnya meskipun orang2 kadang menganggapnya kekanakan karena itu..
john // June 8, 2009 at 4:10 pm |
aysk ni ceritanya sepertinya pengalaman hidupnya ini….btw boleh kenalan nga…….
birucintasangtrengginas // May 31, 2009 at 3:51 pm |
setiap orang mempunyai keunikan sendiri dit.. keunikan itulah yang nantinya merupakan jalan terbaik yang bisa diciptakan oleh diri kita masing2..
woke…e.e.e
pramudianti // May 31, 2009 at 10:07 pm |
wokey…
(rock)
mybrainsgrowell // May 31, 2009 at 11:21 pm |
mereka hanya butuh bukti, dit.
LANJUTKAN!
pramudianti // June 1, 2009 at 2:02 am |
yup
doakan saya mas..
bean // June 1, 2009 at 2:02 am |
wah gaya bahasanya keren. cara menyampaikannya juga keren. tapi fontnya kekecilan.
kereeen deh pokoknya, te o pe be ge te deh kalo udah nulis yang begini-begini
pramudianti // June 1, 2009 at 2:08 am |
hehehehe
fontnya udah bawaan c…
bingung mau ngrubah2, ntar gak seragam ma postingan yang lain
hehehehe
DJ Baba // June 1, 2009 at 9:30 am |
wah untuk blog-mu ini……
SATU KATAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
MAKE YOUR OWN WAY TO GET SUCCESS. WHATEVER OTHERS SAID, STILL WALK ON YOUR SIDE
pramudianti // June 1, 2009 at 10:48 am |
OKEEYYYY!!
`satu` katamu kok okeh banget to sur?
udah mulai korup ih, 15 kok diitung 1
tengs ya…
anin // June 1, 2009 at 4:33 pm |
wah, kamu dapet nasehat langsung dari ibuk2 asli dit.. alias ejak.. hehe..
percaya aja, kamu pasti bisa..
kalo kata mas giring nidji, ‘mimpi adalah kunci untuk kita menaklukkan dunia’ hohoho
rada gak nyambung tapi yo ben..
pramudianti // June 2, 2009 at 2:05 pm |
iya nin, temenku kan beragam ada yang ibu2, ada yang anak2
jadi kalo curhat bisa dapet 2 versi pendapat
*halah*
riripinkygirl // June 2, 2009 at 7:36 am |
Hmmmm,,,,
Berbeda kan ga berarti salah, dit,,,
Berbeda itu berarti punya keunikan tersendiri dari orang lain pada umumnya,,,
Sepakat banget tuh,,,
buktikanlah kalo kamu bisa sukses dengan caramu sendiri yg mungkin justru lebih sukses dari “kesuksesan versi keluargamu”…
Buktikanlah,,,buktikan,,,!!
ilmu kehidupan mengajarkan kita banyak hal yang menjadikan kita lebih dewasa n bijaksana,,,
Ga cuman belajar dari pengalaman hidup sendiri, tapi juga blajar dari pengalaman hidup orang lain,,,
Menjadi pengalah juga bukan berarti kalah tapi justru menjadi pemenang,,, menang menahan ego sendiri demi orang lain,,,
(hehehe,,,ngomong apa siy lo, ri???)
pramudianti // June 2, 2009 at 2:09 pm |
sayangnya kekeraskepalaanku atau yang biasa kusebut keinginan untuk mempertahankan pendapatku sering dibilang gak dewasa e ma orang lain
(loh kok malah curcol)
hhehehehe tengs ya nasehatnya
annas // June 3, 2009 at 10:06 am |
salam kenal jeng
Bakudara!!!
pramudianti // June 3, 2009 at 10:28 am |
salam kenal juga
seroja // June 4, 2009 at 2:21 am |
Saya pernah jadi peg neg lho mba dit. Sekarang mah udah nggak (kuliah lagi krn sy pgn jd notaris). Bg sy yg pemberontak jd peg neg tuh gak enak mba, tdk pny otonomi atas diri sendiri. Harus seragam mulai baju sampai cara mikir & bersikap (menurut sy lho itu). Dan sy dimarahi + dimusuhi ortu gara2 ini. But show must go on. Tetap berusaha ya mba… don’t give up. Sy setuju sm mbak dit. Tanpa jd peg neg org tetap bisa sukses, gak sekedar survive aja. Salam kenal.
seroja // June 4, 2009 at 2:30 am |
Sy pernah jd peg neg lho mba. Skrg udah nggak (kuliah lg krn sy pengen jd notaris). Bg sy yg pemberontak jd peg neg tuh gak enak mba, tdk bisa punya otonomi atas diri sendiri. Harus seragam mulai baju sampai cara pikir & bersikap. Sy dimarahi + dibenci ma ortu. But life must go on. Sy setuju sama mbak dit. Tanpa jd peg neg org ttp bs sukses, gak cuma sekedar survive. Keep fight. Salam kenal
pramudianti // June 4, 2009 at 3:45 am |
yah.. salah satu yang bikin saya tak ingin jadi pns ya itu juga
seragam,
waktu dan ruang yang mengikat,
gajian hanya di awal bulan
dan saya memang tak suka membohongi diri sendiri, makan gaji buta dengan kerja setengah hari terus kabur
dan hidup yang seperti itu2 terus
saya suka pemberontakan dan kebebasan
hehehehe
salam kenal juga
terimakasih sudah mampir dan berbagi pengalaman
:d
ziezah // June 4, 2009 at 11:06 am |
mbak cuma mo bilang………
setiap orang tu aneh dan tidak ada yang sama, setiap orang juga diperlakukan berbeda satu dengan satunya kok……
pramudianti // June 4, 2009 at 10:13 pm |
kok `aneh` to, kesannya jelek
mbok bilang `unik` gitu..
hehehhee iyaa…
ethie // June 4, 2009 at 3:49 pm |
wow! Seandainya saya bisa berontak.
pramudianti // June 5, 2009 at 12:11 am |
lalu..kenapa tak berontak saja?
bukankah hanya kita sendiri yang dapat merubah nasib kita?
(atas ijin Alloh tentu saja)
bima // June 4, 2009 at 11:32 pm |
hmmm…. situasi yang mirip….
Belajar di dunia seorang diri? kamu yakin dengan perkataanmu??? (terdengar agak sombong bagiku)…
qt smua belajar bersama, saya yakin pengalaman orang lain merupakan pelajaran berharga buat kamu…. secara langsung ga mungkin kamu saat ini berkutat dengan luas bangun dasar tanpa penemuan aljabar….
Kamu bisa bilang kamu belajar seorang diri kalau kamu tidak membaca satu buku pun… jika sudah… maka kamu bukanlah seorang diri….
dan satu lagi, ya saya setuju! buktikanlah! untuk apa mempertahankan pendapat kalo pendapat itu sendiri ga didengar lebih baik langsung buktikan
dan pembuktianya itu yang jadi maslah… kadang sudah diberi bukti tidak melihat
hati-hati, semua ada caranya…. cara menyampaikan bukti
huehuehue
saia sih mending pasif agresif… bilang aja iya… tapi padhal sebenarnya enggak….
Lebih enak dihati… dan kalau berhasil akan ada efek Tamparnya jg….
Kamu ingin kebebasan???
manusia itu ga ada yang bebas, kebebasan manusia terikat oleh manusia lainya…..
PNS dan bukan PNS sama saja… semua pekerjaan sama saja…. cuma masalah habit (kebiasaan) saja…. kalo emang ga suka… emang jangan heuheuheu, tp jangan jadikan seragam sebagai alasan.. huahaha terlalu lucu…
bokap gw itu PNS, dan ga pernah kabur 1/2 waktu seperti yang kamu bilank… tergantung ORANGNYA… jadi PNS ada banyak keuntunganya jg kok (im not promoting, im never gonna end up being one)
sudut pandang kamu…. agak baiknya diperluas.. jangan sampai ada kabut gara2 “perasaan”
(im not judging… but please do.. for your own good….)
Goodluck….. Moga2 kamu nemu jalan kamu sendiri…
pramudianti // June 5, 2009 at 1:32 am |
ya semua itu cuman kiasan, perumpamaan saja mas..
saya belajar sendiri itu bukan saya belajar sendiri tanpa orang lain, se-otodidak-nya belajar kan pasti butuh sumber juga kan?
maksud saya tu, ketika ada seseorang yang saya rasa lebih berhak mengajari saya, atau sekedar membimbing saya untuk belajar, kenapa saya dibiarkan sendiri..
tak mungkin kan saya menjelaskan secara detail apa yang saya rasakan, apa yang terjadi dengan saya, dan apa yang terjadi dengan mereka2, bisa2 saya berghibah, dan saya membatasinya dengan menyampaikan sebuah contoh yang bisa dimengerti semua orang.
tak bisa hanya dengan menelan mentah2 apa yang saya katakan lalu mengambil kesimpulan dari itu. sudah seharusnya kan saya menjaga perasaan orang
soal seragam dan pns, ada makna lain dibalik kata ’seragam’ dan kenapa pns? itu juga ada sebuah kisah tersendiri yang tak saya sampaikan disini demi menjaga perasaaan orang2 yang terlibat
terimakasih atas kritiknya
AF Mode // June 5, 2009 at 3:05 pm |
woahahaha… bima keren,, iso ngomong koyo ngono…
betewe dirimu kok ga pnah nongol d kampuz?
(menjadikan blog orang lain sebagai t4 reuni?)
elfaruq // June 4, 2009 at 11:46 pm |
hmm., buktikan wae…
pramudianti // June 5, 2009 at 1:34 am |
yoa…
john // June 8, 2009 at 4:12 pm |
wah asyik ni ceritantanya…seperti pengalaman hidup kamu y…btw boleh kenalan nga???
pramudianti // June 8, 2009 at 9:37 pm |
iya, asik, namanya juga hidup
gak seru kalo gak asik
kenalan gimana ya…?
deenoel // June 9, 2009 at 1:21 am |
hun..
mungkin km bru bener2 ngrasa kyak gtu tu skrg, tp ak dah ngrasain itu, saat ak gak kyak km yg bisa ditrima di sekolah favorit.
tp ak coba buktikan ke mreka, kalo ak bisa berprestasi wlw cuman di sekolah biasa2 aja.
karna ak gak suka jd org biasa2 aja wlw itu di lingkungan biasa bila ak bsa menjadi ‘berbeda’ disitu.
semangad hun!
ak percaya qta bisa!
pramudianti // June 9, 2009 at 10:24 pm |
yup
semangaaattt hun
kita bisa, ya kita pasti bisa..!!!
o yeach… (rock)
erick // June 9, 2009 at 12:42 pm |
kadang pemikiran orang tua tak sejalan dengan kemauan qt.
pramudianti // June 9, 2009 at 10:27 pm |
iya ya,,,
cahayasura // June 12, 2009 at 2:07 pm |
hai pramu,
saya sedang cari-cari tisu dan ember untuk menampung air mata setlah baca ceritamu, tapi gak ketemu
hai dian,
dari 4 juta pns, ada juga kok yg baek, tidak sombong dan rajin menabung, bapak saya dan ibu saya misalnya
sekarang pns lebih bersih masuknya, kata orang, lebih diawasi, kata orang juga, lebih punya masa depan, kata orang lain, lebih punya “kebebasan” meski masih berbaju seragam, kata orang lainnya lagi
hai anti,
selamat ulang taun, juga untuk dina
jadi berapa lilin yang kalian tiup sekarang?
hai pramudianti,
)
setidaknya orang tuamu punya selera tinggi dan imajinasi hebat dengan memberimu nama seindah ini (meski aku tak ngerti apa artinya
pramudianti // June 12, 2009 at 8:57 pm |
heheh
panggil saja dita..
pramudianti artinya terkenal dan berhati matahari (kalau tidak salah c)
:d
tiup 21 lilin, tapi gak ada lilin sebanyak itu untuk ditiup
jadi cukup matiin lampu 21watt ajalah
makasiih
march_mop // June 15, 2009 at 8:58 am |
Lampu 21 watt susah nyarinya.
pramudianti // June 15, 2009 at 10:16 am |
nggawe dewe wae lah…
O_punk // June 29, 2009 at 12:21 pm |
Maju dit pantang mundur…..!!!!!
Smua bs dirubah asal kita mau maju…..
Smangat bro…..!!!!!
pramudianti // June 30, 2009 at 1:57 am |
hehehe
terimakasih atas suntikan semangatnya..
riza_kasela // October 30, 2009 at 3:54 am |
Ngomongin Hercules
Jadi inget HAZTA
Wakaka
pramudianti // October 31, 2009 at 3:54 am |
maksudnya…?
riza_kasela // October 31, 2009 at 1:51 pm |
berotot dan gagah perkasa
pramudianti // October 31, 2009 at 3:27 pm |
gubrakkk