TERSERAH, tapi kubuat dunia baru seperti mimpiku….

suatu malam di kereta

November 16, 2009 · 19 Comments

penuh dan sesak, kereta malam minggu ke jogja dari tanah abang dipenuhi orang dan barang
kami duduk di bangku nomer 6d da 6e, di depan kami dua orang, terlihat seperti pasangan ayah-anak laki-lakinya sudah duduk duluan
tak lama, kereta pun melaju
si bapak duduk di depanku, orangnya ramah, beda dengan si anak yang duduk di depan dina, membisu tiap kali kami ngobrol
entah dia memang pendiam, tak berminat bicara atau memang dia tengah asyik dengan headset yang dipasang ditelinganya

tak seperti biasanya yang pelor, mungkin karena duduk membelakangi arah laju kereta, sampai tengah malam aku tak bisa tidur, dina yang menyewa bantal pun tampak tak nyaman dengan posisinya, berkali-kali ganti pose, kakinya juga tak bisa diam, berkali-kali dijulurkan ke teritorialku, yah kami sibuk dengan ketidakpewean kami
aku harus tidur, pikirku sambil menempelkan kepalaku ke bantal sewaan dina, yang disandarkan ke meja kecil kereta, kuletakkan kepalaku disamping kepalanya,
nyaman, namun tak berlangsung lama

“DUUUG” bantal ditarik paksa
aku kaget
terbangun dengan linglungnya, mencoba memahami situasi
dina seolah memberi kode, melihat ke arah bawah, kulihat tangan si pemuda yang duduk depan dina memegangi roknya, menarik-narik rok dina
dina bangkit, berdiri, mengajakku ke restorasi, aku masih belum dong apa yang terjadi
“restorasi penuh” kataku
memang benar, sampai di gerbong itu saja banyak penumpang berdiri, bahkan tempat duduk berdua kami ikut didesak seorang bapak berkaos brimop yang numpang duduk karena tak kebagian tempat
diulurkan hape dina padaku, “baca ini”, katanya berbisik
pemuda depan dina ternyata dari tadi nendang-nendang kaki dina, sejak awal naik kereta, bahkan rok dina pun sudah ditarik-tarik
“dari tadi?” tanyaku, masih ngantuk dan mengamati kelakuan si pemuda, tangannya yang satu buat bantalan di meja kecil, tangan satunya di bawah (mungkin tangan ini yg dipakai dia narik-narik rok) di tutupi tas, tak berubah posisi, pemuda itu masih tiduran di meja, ya di meja yang sama dengan tempat dina bantalan juga, ngerinya tu orang, ada yg tidur dimeja kecil gitu kok ya disuk-suk, nempel2 pula **horoooor**
“iya, mau aku tegur tapi aku gak enak ama bapaknya”
“gimana ya? apa aku kasih pelajaran aja ya” kata dina yang saat itu telpon cowoknya
“udah kamu duduk di tempatku aja, biar aku yg duduh ditempatmu” kataku
aku duduk di tempat dina tadi, si pemuda melihat ke arah kami sebentar, bapaknya masih tertidur

ngantuk, bantal dina ditaruh pangkuanku dan dia tidur disitu
si pemuda menunjukkan gelagat aneh, ditarik lagi tasnya menutupi tangannya
kutunggu apa yg akan dia lakukan, bantal dina aku tarik, kujauhkan dari pemuda itu
benar juga, tak lama kemudian kakiku disondol-sondol, padahal sedikitpun kakiku tak mengganggu wilayahnya
aku geser kakiku, kakinya masih mengejar
“CK CK”
berhenti
kukira dia sudah cukup terganggu dengan gertakanku (sejak kapan ck ck dibilang gertakan)
tapi apa? tiba-tiba rokku ditarik-tarik
habis kesabaran aku teriak
“MAS MBOK JANGAN NARIK-NARIK ROK KENAPA SIH??”
“IYA TUH DARI TADI NARIK-NARIK ROK AMA NENDANG-NENDANG TERUS” dina ikut menambahi
keadaan memanas, si bapak terbangun, bapak kaos brimop sebelah kami juga terbangun dan ikut mendengarkan, bangku seberang pun begitu
“MBOK YANG SOPAN KALO SAMA WANITA”
kami masih berteriak, dan si pemuda dengan cueknya, dengan pose tidurnya seakan tak terganggu
“itu anak bapak?” tanya bapak kaos brimop ke bapak si anak
“iya ini anak saya” kata si bapak pemuda sambil merangkulkan tangannya ke pundak pemuda itu seolah menghalangi gerak tangan pemuda, si bapak tertunduk malu

arrrrgh, mungkin apa yang kulakukan ini benar untuk sebagian orang
tapi aku tersiksa sendiri dengan ke gegabahanku itu
entah, tapi aku benar-benar tak terlatih menghadapi suasana seperti itu
kupikir teguran akan membuatnya jera, memang si pemuda tak lagi menarik-narik rokku atau rok dina, tapi bagaimana dengan si bapak?
si bapak sepertinya merasa tak enak, di sisa perjalanan dia hanya diam..

apa anda pernah mengalami tindakan asusila, pelecehan, atau bertemu maniak di angkutan umum? apa yang harus dilakukan ketika berada di posisi itu?

Categories: aku · tadi...
Tagged: , , , ,

19 responses so far ↓

Leave a Comment